Powered By Blogger

Rabu, 06 Februari 2013

Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi


Keuntungan dan Kerugian Database Terdistribusi



4 Votes

DATABASE TERDISTRIBUSI
Yaitu kumpulan data yang digunakan bersama yang saling terhubung secara logik tetapi tersebar secara fisik pada suatu jaringan komputer.
Karakteristik Database terdistribusi, yaitu :
KUmpulan data yang digunakan bersama secara logik tersebar pada sejumlah komputer yang berbeda
Komputer yang dihubungkan menggunakan jaringan komunikasi
Data pada masing-masing situs dapat menangani aplikasi-aplikasi lokal secara otonom
Data pada masing situs dibawah kendali satu DBMS
Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global
KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
DATABASE TERDISTRIBUSI
KEUNTUNGAN :
Secara alami mengikuti struktur organisasi
Adanya otonomi lokal
Sifatnya dapat dipakai secara bersama
Peningkatan ketersediaan
Peningkatan kehandalan
Peningkatan kinerja
Ekonomis
Pertumbuhan yang modular
KERUGIAN :
Harga software mahal (Biaya)
Kompleksitas
Kelemahan dalam keamanan
Sulitnya menjaga keutuhan data
Kurangnya standar
Kurangnya pengalaman
Perancangan basisdata lebih kompleks
FRAGMENTASI DATA
Adalah Relasi dipartisikan ke dalam beberapa bagian, setiap bagian disimpan pada lokasi yang berbeda
Alasan-alasan diperlukannya fragmentasi, yaitu :
Penggunaan
Efisiensi
Paralleslisme
Keamanan
BEBERAPA PERATURAN YANG HARUS DIDEFINISIKAN
KETIKA MENDEFINISIKAN FRAGMENT :
Kondisi lengkap
Rekontruksi
Disjointness
Kerugian fragmentasi yaitu :
Kinerja
Integritas
BEBERAPA PERATURAN YANG HARUS DIDEFINISIKAN
KETIKA MENDEFINISIKAN FRAGMENT :
Kondisi lengkap
Rekontruksi
Disjointness

Fungsi Jalan Pintas Melalui Keyboard Pada Windows 7

Anda tetap bisa menggunakan mouse untuk melakukan semua fungsi pada Windows 7 di komputer Anda tapi tentu saja akan menambah nilai efektifitas jika Anda bisa mengganti sebagian fungsi mouse dengan keyboard keys. Hal ini akan sangat bermanfaat saat Anda tengah dalam tekanan kerja tinggi dan membutuhkan waktu cepat untuk menyelesaikan semua pekerjaan di depan komputer.

Bukan hanya Ctrl+Alt+Delete, tapi ada sembilan shortcuts lain untuk Windows 7 yang bisa Anda gunakan sehingga mampu meningkatkan computer skills Anda.

1. Windows key+L
Menekan logo Windows di keyboard + L akan secara cepat Lock (mengunci) komputer Anda. Screen Windows 7 akan langsung berubah ke posisi locked dan meminta password untuk bisa kembali mengakses pekerjaan Anda.

2. Alt+Tab
Dua keyboard keys ini sangat populer bagi mereka yang bekerja dengan banyak window. Multitasking di Windows 7 akan lebih efektif dengan memanfaatkan dua keyboard keys Alt+Tab. Tahan Alt dan tekan satu per satu Tab untuk berpindah ke windows selanjutnya.

3. Windows key+shift+left/right arrows
Perpaduan tombol Windows dan panah kanan/kiri akan menjadikan window yang tengah Anda buka akan dipersempit ukurannya menjadi separuh dari ukuran normal. Menahan Winkey dan secara bersambung menekan panah kanan/kiri akan memindah window dari kanan ke kiri, lalu kembali ke ukuran semula.

4. Windows key+shift+left/right arrows
Fungsi ini mirip dengan Windows key+shift+left/right arrows (tips no. 3) namun hanya berlaku jika Anda menggunakan dua monitor. Anda akan mudah memindah window dari screen kiri ke kanan, atau sebaliknya. Coba saja!

5. Windows key+R
Secara default, Windows 7 menyembunyikan opsi untuk fungsi Run dari Start menu. Tapi tentu saja menu tersebut tidak dihilangkan. Shortcut WinKey+R seperti pada Windows XP tetap bisa Anda pakai di Windows 7 untuk menjalankan opsi Run.

6. Ctrl+Shift+Escape
Ctrl+Shift+Escape mirip dengan fungsi Ctrl+Alt+Delete. Perbedaanya, Ctrl+Alt+Delete di Windows 7 tidak langsung membawa Anda ke Task Manager, melainkan ke screen yang berisi sejumlah opsi. Dengan Ctrl+Shift+Escape, Anda bisa langsung membuka window Task Manager.

7. Windows key+D
Ingin menyembunyikan apa yang tengah Anda buka di monitor komputer Anda dari orang lain yang tengah berada di dekat Anda? Cukup tekan WinKey+D maka semua window yang terbuka akan di-minimize danyang tertinggal hanyalah tampilan desktop.

8. Windows key+F
Dengan Windows 7 Anda bisa menemukan fungsi Search saat menekan tombol Start. Tapi jika cara tersebut Anda rasa kurang efektif, Anda bisa menekan WinKey+F untuk langsung membuka Search Window. Letakkan cursor pada text field dan mulailah mengetik kata dari hal yang ingin Anda cari.

9. Ctrl+z dan Ctrl+Y
Fungsi Undo (Ctrl+z) dan Redo (Ctrl+y) barangkali tidak asing bagi Anda dalam pengetikan dokumen. Tapitahukan Anda bahwa cara tersebut juga bisa Anda pakai di Windows? Jika tidak sengaja delete file, maka Anda harus membuka Recycle Bin untuk restore file tersebut ke tempat asalnya. Dengan Ctrl+z dan Ctrl+y Anda bisa dengan mudah membatalkan atau mengulangi proses delete daripada harus mencari-cari di Recycle Bin.

Sum

Rumus-Rumus Ms.Exel

Wah, aq nemu artikel yg sangat berguna ni utk kalian yg pengen belajar rumus-rumus dari Ms.excel 2007, ini artikel aq copas dari blognya saddamzikri, ok langsung aja , Cekidot---->
Beberapa arithmetic operator dalam Ms. Excel 2007 yang sering digunakan adalah:

  1. + (plus) digunakan untuk menghitung penjumlahan
  2. – (minus) digunakan untuk menghitung pengurangan
  3. * (kali) digunakan untuk menghitung perkalian
  4. / (bagi) digunakan untuk menghitung pembagian
  5. % (persen) digunakan untuk mengitung persentase
  6. ^ (pangkat) digunakan untuk menghitung pangkat
Fungsi SUM
Untuk menghemat waktu pengerjaan dengan menjumlahkan satu per satu cell, excel menyediakan fasilitas menjumlah yang lebih cepat dengan rumus SUM.
Langkah-langkahnya adalah;
  1. Aktif di cell tempat hasil penjumlahan akan ditampilkan
  2. Ketikkan rumus =SUM(sorot area angka yang hendak di jumlahkan) contoh =SUM(B3:B10)
Artinya ingin menjumlahkan nilai dari cell B3 hingga cell B10
  1. Fungsi sum juga dapat diakses dengan aktif ke tab formulas > insert functions > pilih SUM (atau dengan mengetikkan SUM pada isian search for a function
  2. Selain dengan akses ke tab formula > insert function > SUM maupun langsung mengetikkan rumusnyab pada formula bar, penjumlahan juga dapat dilakukan dengan aktif ke tab formula >  auto SUM atau dengan memilih symbol ∑ pada tab home (sama dengan auto sum)
Fungsi LOGIKA IF
Fungsi logika IF digunakan untuk menampilkan beberapa kemungkinan nilai/ hasil sesuai dengan kondisi tertentu.
Bentuk Umum dari fungsi IF adalah
=IF(logical_test,[value if true],[value if false])
Langkah-langkah pengerjaan perhitungan dengan menggunakan rumus IF adalah:
  1. Tentukan kategori/ batasan untuk suatu kondisi dengan beberapa alternative kondisi. Contoh jika peserta mempunyai nilai > nilai x mendapat hadiah XXX, jika mempunyai nilai > nilai y mendapat hadiah YYY, jika tidak mencapai maka tidak mendapat hadiah
  2. Ketikkan formula IF pada formula bar. contoh
=IF(B3>=90,”hadiah kamera”,IF(B3>=80,”hadiah foto studio + make up”,IF(B3>=70,”hadiah kenang-kenangan,” “))) kemudian enter
Artinya jika seorang peserta yang memiliki nilai di cell B3 diatas atau sama dengan 90 mendapat hadiah kamera, jika nilainya 80-89 mendapat hadiah foto studio + make up, jika nilainya 70-79 mendapat hadiah kenang-kenangan, jika nilainya lebih kecil atau sama dengan 69 tidak mendapat apapun.
  1. Rumus IF juga dapat ditampilkan dengan aktif di tab formulas > insert function > ketikkan IF pada seach for a formula > OK.
  2. Isikan Logical tes dengan B3>=80, value_if_true dengan “hadiah kamera”, value _if_false dengan IF(B3>=80,”hadiah foto studio + make up”,IF(B3>=70,”hadiah kenang-kenangan,” “)) kemudian klik OK
Rumus IF dapat juga digabung dengan beberapa rumus logika lainnya seperti AND, OR, NOT, dan sebagainya. Berikut contoh penggunaan IF dengan penggabungan logika AND
Fungsi VLOOKUP
Fungsi Vlookup berguna untuk membaca data secara vertical pada suatu cell atau range.
Bentuk umum fungsi VLOOKUP adalah: =VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num)
Langkah – langkah untuk menggunakan fungsi VLOOKUP adalah:
  1. Sebelum menggunakan rumus VLOOKUP, data sumber/ table arraynya di urutkan terlebih dahulu secara ascending/ sort a> z
  2. Aktiflah pada cell dimana hasil VLOOKUP akan ditampilkan, kemudian ketikkan rumus VLOOKUP di formula bar, misalnya: =VLOOKUP(A3,$A$12:$C$16,2). Artinya kita akan mengisi misalnya cell F3 (cell yang dipilih untuk tampil hasil fungsi) dengan nilai dari table referensi A12 hingga C16 dengan hasil adalah kolom ke dua dari table referensi =nilai dari cell B12:B16. Table array diberikan symbol $ agar referensinya tidak bergeser saat formula yang sama di copy ke baris berikutnya. Symbol $ dapat diketik manual atau dengan menggunakan short cut F4.
  3. Selain dengan menggetikkan rumus tersebut pada formula bar, fungsi VLOOKUP dapat dieksekusi dengan aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan VLOOKUP pada search for a formula > OK
  4. Setelah aktif window formula VLOOKUP, isilah lookup value dengan A3, table array dengan mensorot cell A12 hingga C16, col_index_num isilah dengan 2 > OK
Berikut contoh lain penggunaan VLOOKUP dengan penggunaan table referensi pada sheet yang berbeda dengan sheet aktif.
Artinya table referensi ada di sheet table registrasi peserta dengan data terdapat pada cell B3 hingga C17, dengan nilai yang akan ditampilkan pada kolom C di sheet hasil festival adalah dari kolom ke 2 dari table referensi tersebut (C3:C17)
Rumus VLOOKUP juga dapat digabungkan dengan beberapa rumus lain. Contohnya VLOOKUP digabung dengan SUM,digunakan untuk menjumlahkan nilai dari hasil lookup dengan nilai konstanta/nilai tertentu untuk keseluruhan nilai kolom dalam table tersebut.
Contoh rumusnya =SUM(D4*VLOOKUP(B4,$B$12:$D$17,3))
Fungsi Statistik
1. Max (Range)                       : mencari nilai terbesar dari suatu range.
2. Min (Range)                       : mencari nilai terkecil dari suatu range.
3. Sum (Range)                      : mencari jumlah dari isi data yang terdapat pada suatu range.
4. Average (Range)     : mencari nilai rata-rata dari suatu range.
5. Count (Range)        : mencari jumlah data yang terdapat pada suatu range.
Langkah untuk menggunakan fungsi statistic adalah:
  1. Pastikan semua data yang ada pada table yang akan dihitung dengan fungsi statistic telah benar dan tidak ada data dengan symbol mata uang/ pemisah antara ribu,juta ataupun satuan tertentu yang ditulis secara manual. Aktiflah pada cell yang dikehendaki untuk menampilkan hasil dari fungsi statistic tersebut.
  2. Jika ingin menjumlahkan data yang ada maka ketikkan =COUNT(sel awal:sel akhir)
  3. Jika ingin mengetahui nilai maksimum dari suatu table =MAX(sel awal:sel akhir)
  4. Jika ingin mengetahui nilai minimum dari suatu table =MIN(sel awal:sel akhir)
  5. Langkah diatas juga dapat dilakukan dengan aktif ke tab formulas > insert functions > pilih jenis operasi statistic yang dikehendaki kemudian OK. Untuk isian kolom numer_1 sorotlah range data yang akan dihitung nilai statistiknya > OK
Fungsi LOGIKA COUNTIF
Fungsi logika COUNTIF digunakan untuk melakukan perhitungan COUNT dengan criteria tertentu. Contoh penggunaan COUNTIF adalah =COUNTIF(F31:F42,”>=95”)
Artinya ingin mengetahui jumlah data yang nilainya lebih besar atau sama dengan 95 dari sel F31 hingga sel F42.
Fungsi Finansial
Fungsi financial adalah kumpulan fungsi yang berguna untuk menghitung data-data keuangan. Aplikasi fungsi financial yang sering dipakai antara lain: menghitung nilai investasi pada bank, menghitung penurunan harga, dan perhitungan pembayaran cicilan.
Fungsi FV (Future Value)
Beberapa elemen dalam fungsi FV adalah:
  1. Rate (tingkat suku bunga)
  2. Nper (jumlah periode angsuran)
  3. Pmt (besar angsuran yang dibayarakan)
  4. PV (nilai saat ini yang akan dihitung nilainya di masa depan)
  5. Type (jatuh tempo pembayaran angsuran) jika nilainya 1 maka pembayaran dilakukan di awal periode, jika nilainya 0 maka pembayaran dilakukan di akhir periode.
Bentuk umum fungsi FV adalah: =FV(rate;nper;pmt;pv;type)
Contoh: misalkan untuk membeli sebuah rumah tipe 21 diperlukan biaya Rp.50.000.000,00. Berapa uang uang yang diperlukan untuk membeli rumah tersebut 20 tahun mendatang, jika diasumsikan inflasinya=8%.
Langkah pengerjaannya:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan FV
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan FV pada serch for a formula > OK
  3. Isilah Rate dengan 0.08 (karena inflasi 8%)
  4. Isilah Nper dengan 20 (karena 20 tahun)
  5. Isilah Pmt dengan 0 (karena tidak dilakukan cicilan)
  6. Isilah PV dengan -50.000.000 (nilai 50 juta minus karena diasumsikan 50 juta dikeluarkan saat ini)
  7. Dari hasil perhitungan tersebut akan dihasilkan nominal Rp. 233.047.857,19
Fungsi PMT
Fungsi Pmt berguna untuk menghitung besar angsuran pinjaman/ cicilan. Elemen yang ada dalam rumus Pmt sama dengan elemen dalam rumus FV yakni rate, nper, pmt, PV,FV dan type.
Bentuk umum rumus PMTadalah: =PMT(rate;nper;pmt;pv;fv;type)
Contoh: jika seseorang ingin membeli rumah seharga Rp. 200.000.000,00, maka berapa cicilan perbulannya, jika suku bunga = 9.75%, dan cicilan akan dilakukan selama 5 tahun.
Langkah pengerjaan:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan PMT
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan PMT pada serch for a formula > OK
  3. Isilah Rate dengan 0.975/12 (karena suku bunga 9.75% untuk 1 tahun, sehingga untuk tiap bulannya dibagi dengan 12)
  4. Isilah Nper dengan 5*12 (karena periode cicilan selama 5 tahun dengan total sama dengan 60 bulan)
  5. Isilah FV dengan 0 (karena tidak diketahui nilai masa depannya, melainkan harga rumah saat ini)
  6. Isilah PV dengan -200.000.000 (nilai 200 juta minus karena diasumsikan 200 juta dikeluarkan saat ini)
  7. Isilah Type dengan 0 (pembayaran pada akhir bulan)
  8. Dari hasil perhitungan tersebut akan dihasilkan nominal Rp. 4.224.848,73. Besar cicilan yang harus dibayarakan perbulannya adalah 4.224.848,73.
Fungsi SLN
Fungsi SLN berguna untuk menghitung depresiasi dari suatu barang. Elemen-elemen yang terdapat dalam formula SLN adalah:
  1. Cost (harga perolehan barang tersebut/ harga beli/ harga beli+biaya perolehan)
  2. Salvage (nilai/ harga jual yang masih bisa dicapai oleh barang tersebut setelah dipakai Selama periode tertentu)
  3. Life (lama pemakaian barang tersebut)
Bentuk umum fungsi SLN adalah: =SLN(cost;salvage;life) adam
Contoh: jika seserang membeli mobil dengan harga Rp. 119.000.000,00, setelah 4 tahun dijual dengan harga jual Rp. 99.000.000,00, maka berapa depresiasi mobil tersebut?
Langlah pengerjaannya:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan SLN
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan SLN pada serch for a formula > OK
  3. Isilah cost dengan 119000000 (karena harga beli mobil 119 juta)
  4. Isilah salvage dengan 99000000 (karena harga jual mobil 99 juta)
  5. Isilah life dengan 4 (karena mobil hanya digunakan selama 4 tahun)
  6. Diperoleh hasil Rp. 3.333.333,33 (nilai depresiasi dari mobil)
THREE-DIMENSIONAL REFERENCE
Reference bisa dipakai untuk melakukan kalkulasi terhadap sel yang tersebar dalam banyak worksheet. Semisal data penjualan dicatat menggunakan Excel. Untuk tiap bulan digunakan satu worksheet. Misalkan di dalam tiap worksheet total penjualan dicatat dalam sel A100.
Jika ingin diketahui total penjualan dalam satu tahun digunakan formula berikut :
=SUM(Sheet1:Sheet12!A100)
NAME
Sekelompok sel bisa diberi nama. Peraturan untuk pemberian nama adalah sebagai berikut:
  1. Semua nama dimulai dengan huruf, backslash ( \ ), atau underscore ( _ )
  2. Angka boleh dipakai
  3. Spasi tidak diperbolehkan
  4. Bentuk referensi terhadap sel tidak boleh dipakai (contoh B5, $A1)
  5. Nama bisa berupa 1 huruf (kecuali R dan C)
  6. Untuk mendefinisikan Name dapat dilakuan dengan shortcut Ctrl +F3
Jika ingin menambahkan nilai data yang sebelumnya telah diberikan nama, maka penjumlahan dapat dilakukan dengan: =SUM(nama range tersebut)
Format Cell
Format cell digunakan untuk mengatur jenis data yang ada dalam suatu cell. Beberapa jenis pengaturan yang tersedia dalam format cell adalah: general, number, currency, accounting, date, time, percentage, fraction, scientific, text, special,custom. Selain mengatur jenis dari data yang ada pada suatu cell, format cell juga memiliki fitur untuk mengatur alignment, font, border, fill, dan protection.
Langkah yang dapat dilakukan untuk memformat jenis data dalam suatu cell:
  1. Klik kanan> format cell
  2. Pilih jenis data yang sesuai pada menu number. Jika data berupa tanggal, maka pilihlah date, kemudian pada kolom type yang ada disebelah kanan list pilihan, pilihlah jenis format tanggal yang dikehendaki. Jika data berupa number dan ingin diberikan nilai desimalnya, maka pilihlah number dan pada decimal place, tentukan jumlah angka di belakang koma yang dikehendaki. Untuk data yang berupa nilai mata uang, maka pilihlah currency dengan symbol sesuaikan dengan symbol mata uang yang dikehendaki.
  3. Jika pilihan tidak ada maka dapat dibuat dengan menggunakan custom. Contoh jika ingin menampilkan satuan “orang” pada kehadiran rapat kepengurusan maka pada custom ketikkan 0” orang” demikian pula untuk jenis satuan yang lain yang belum tersedia
Beberapa short cut tambahan:
Untuk memasukkan data tanggal sekarang Ctrl+;
Untuk memasukkan data waktu sekarang Ctrl+Shift+:
Untuk berpindah dari format tanggal ke angka serial, gunakan Ctrl+Shift+~
Untuk mengembalikan ke format tanggal klik format cell > date

Rumu-Rumus Ms.Exel


Wah, aq nemu artikel yg sangat berguna ni utk kalian yg pengen belajar rumus-rumus dari Ms.excel 2007, ini artikel aq copas dari blognya saddamzikri, ok langsung aja , Cekidot---->
Beberapa arithmetic operator dalam Ms. Excel 2007 yang sering digunakan adalah:

  1. + (plus) digunakan untuk menghitung penjumlahan
  2. – (minus) digunakan untuk menghitung pengurangan
  3. * (kali) digunakan untuk menghitung perkalian
  4. / (bagi) digunakan untuk menghitung pembagian
  5. % (persen) digunakan untuk mengitung persentase
  6. ^ (pangkat) digunakan untuk menghitung pangkat
Fungsi SUM
Untuk menghemat waktu pengerjaan dengan menjumlahkan satu per satu cell, excel menyediakan fasilitas menjumlah yang lebih cepat dengan rumus SUM.
Langkah-langkahnya adalah;
  1. Aktif di cell tempat hasil penjumlahan akan ditampilkan
  2. Ketikkan rumus =SUM(sorot area angka yang hendak di jumlahkan) contoh =SUM(B3:B10)
Artinya ingin menjumlahkan nilai dari cell B3 hingga cell B10
  1. Fungsi sum juga dapat diakses dengan aktif ke tab formulas > insert functions > pilih SUM (atau dengan mengetikkan SUM pada isian search for a function
  2. Selain dengan akses ke tab formula > insert function > SUM maupun langsung mengetikkan rumusnyab pada formula bar, penjumlahan juga dapat dilakukan dengan aktif ke tab formula >  auto SUM atau dengan memilih symbol ∑ pada tab home (sama dengan auto sum)
Fungsi LOGIKA IF
Fungsi logika IF digunakan untuk menampilkan beberapa kemungkinan nilai/ hasil sesuai dengan kondisi tertentu.
Bentuk Umum dari fungsi IF adalah
=IF(logical_test,[value if true],[value if false])
Langkah-langkah pengerjaan perhitungan dengan menggunakan rumus IF adalah:
  1. Tentukan kategori/ batasan untuk suatu kondisi dengan beberapa alternative kondisi. Contoh jika peserta mempunyai nilai > nilai x mendapat hadiah XXX, jika mempunyai nilai > nilai y mendapat hadiah YYY, jika tidak mencapai maka tidak mendapat hadiah
  2. Ketikkan formula IF pada formula bar. contoh
=IF(B3>=90,”hadiah kamera”,IF(B3>=80,”hadiah foto studio + make up”,IF(B3>=70,”hadiah kenang-kenangan,” “))) kemudian enter
Artinya jika seorang peserta yang memiliki nilai di cell B3 diatas atau sama dengan 90 mendapat hadiah kamera, jika nilainya 80-89 mendapat hadiah foto studio + make up, jika nilainya 70-79 mendapat hadiah kenang-kenangan, jika nilainya lebih kecil atau sama dengan 69 tidak mendapat apapun.
  1. Rumus IF juga dapat ditampilkan dengan aktif di tab formulas > insert function > ketikkan IF pada seach for a formula > OK.
  2. Isikan Logical tes dengan B3>=80, value_if_true dengan “hadiah kamera”, value _if_false dengan IF(B3>=80,”hadiah foto studio + make up”,IF(B3>=70,”hadiah kenang-kenangan,” “)) kemudian klik OK
Rumus IF dapat juga digabung dengan beberapa rumus logika lainnya seperti AND, OR, NOT, dan sebagainya. Berikut contoh penggunaan IF dengan penggabungan logika AND
Fungsi VLOOKUP
Fungsi Vlookup berguna untuk membaca data secara vertical pada suatu cell atau range.
Bentuk umum fungsi VLOOKUP adalah: =VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num)
Langkah – langkah untuk menggunakan fungsi VLOOKUP adalah:
  1. Sebelum menggunakan rumus VLOOKUP, data sumber/ table arraynya di urutkan terlebih dahulu secara ascending/ sort a> z
  2. Aktiflah pada cell dimana hasil VLOOKUP akan ditampilkan, kemudian ketikkan rumus VLOOKUP di formula bar, misalnya: =VLOOKUP(A3,$A$12:$C$16,2). Artinya kita akan mengisi misalnya cell F3 (cell yang dipilih untuk tampil hasil fungsi) dengan nilai dari table referensi A12 hingga C16 dengan hasil adalah kolom ke dua dari table referensi =nilai dari cell B12:B16. Table array diberikan symbol $ agar referensinya tidak bergeser saat formula yang sama di copy ke baris berikutnya. Symbol $ dapat diketik manual atau dengan menggunakan short cut F4.
  3. Selain dengan menggetikkan rumus tersebut pada formula bar, fungsi VLOOKUP dapat dieksekusi dengan aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan VLOOKUP pada search for a formula > OK
  4. Setelah aktif window formula VLOOKUP, isilah lookup value dengan A3, table array dengan mensorot cell A12 hingga C16, col_index_num isilah dengan 2 > OK
Berikut contoh lain penggunaan VLOOKUP dengan penggunaan table referensi pada sheet yang berbeda dengan sheet aktif.
Artinya table referensi ada di sheet table registrasi peserta dengan data terdapat pada cell B3 hingga C17, dengan nilai yang akan ditampilkan pada kolom C di sheet hasil festival adalah dari kolom ke 2 dari table referensi tersebut (C3:C17)
Rumus VLOOKUP juga dapat digabungkan dengan beberapa rumus lain. Contohnya VLOOKUP digabung dengan SUM,digunakan untuk menjumlahkan nilai dari hasil lookup dengan nilai konstanta/nilai tertentu untuk keseluruhan nilai kolom dalam table tersebut.
Contoh rumusnya =SUM(D4*VLOOKUP(B4,$B$12:$D$17,3))
Fungsi Statistik
1. Max (Range)                       : mencari nilai terbesar dari suatu range.
2. Min (Range)                       : mencari nilai terkecil dari suatu range.
3. Sum (Range)                      : mencari jumlah dari isi data yang terdapat pada suatu range.
4. Average (Range)     : mencari nilai rata-rata dari suatu range.
5. Count (Range)        : mencari jumlah data yang terdapat pada suatu range.
Langkah untuk menggunakan fungsi statistic adalah:
  1. Pastikan semua data yang ada pada table yang akan dihitung dengan fungsi statistic telah benar dan tidak ada data dengan symbol mata uang/ pemisah antara ribu,juta ataupun satuan tertentu yang ditulis secara manual. Aktiflah pada cell yang dikehendaki untuk menampilkan hasil dari fungsi statistic tersebut.
  2. Jika ingin menjumlahkan data yang ada maka ketikkan =COUNT(sel awal:sel akhir)
  3. Jika ingin mengetahui nilai maksimum dari suatu table =MAX(sel awal:sel akhir)
  4. Jika ingin mengetahui nilai minimum dari suatu table =MIN(sel awal:sel akhir)
  5. Langkah diatas juga dapat dilakukan dengan aktif ke tab formulas > insert functions > pilih jenis operasi statistic yang dikehendaki kemudian OK. Untuk isian kolom numer_1 sorotlah range data yang akan dihitung nilai statistiknya > OK
Fungsi LOGIKA COUNTIF
Fungsi logika COUNTIF digunakan untuk melakukan perhitungan COUNT dengan criteria tertentu. Contoh penggunaan COUNTIF adalah =COUNTIF(F31:F42,”>=95”)
Artinya ingin mengetahui jumlah data yang nilainya lebih besar atau sama dengan 95 dari sel F31 hingga sel F42.
Fungsi Finansial
Fungsi financial adalah kumpulan fungsi yang berguna untuk menghitung data-data keuangan. Aplikasi fungsi financial yang sering dipakai antara lain: menghitung nilai investasi pada bank, menghitung penurunan harga, dan perhitungan pembayaran cicilan.
Fungsi FV (Future Value)
Beberapa elemen dalam fungsi FV adalah:
  1. Rate (tingkat suku bunga)
  2. Nper (jumlah periode angsuran)
  3. Pmt (besar angsuran yang dibayarakan)
  4. PV (nilai saat ini yang akan dihitung nilainya di masa depan)
  5. Type (jatuh tempo pembayaran angsuran) jika nilainya 1 maka pembayaran dilakukan di awal periode, jika nilainya 0 maka pembayaran dilakukan di akhir periode.
Bentuk umum fungsi FV adalah: =FV(rate;nper;pmt;pv;type)
Contoh: misalkan untuk membeli sebuah rumah tipe 21 diperlukan biaya Rp.50.000.000,00. Berapa uang uang yang diperlukan untuk membeli rumah tersebut 20 tahun mendatang, jika diasumsikan inflasinya=8%.
Langkah pengerjaannya:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan FV
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan FV pada serch for a formula > OK
  3. Isilah Rate dengan 0.08 (karena inflasi 8%)
  4. Isilah Nper dengan 20 (karena 20 tahun)
  5. Isilah Pmt dengan 0 (karena tidak dilakukan cicilan)
  6. Isilah PV dengan -50.000.000 (nilai 50 juta minus karena diasumsikan 50 juta dikeluarkan saat ini)
  7. Dari hasil perhitungan tersebut akan dihasilkan nominal Rp. 233.047.857,19
Fungsi PMT
Fungsi Pmt berguna untuk menghitung besar angsuran pinjaman/ cicilan. Elemen yang ada dalam rumus Pmt sama dengan elemen dalam rumus FV yakni rate, nper, pmt, PV,FV dan type.
Bentuk umum rumus PMTadalah: =PMT(rate;nper;pmt;pv;fv;type)
Contoh: jika seseorang ingin membeli rumah seharga Rp. 200.000.000,00, maka berapa cicilan perbulannya, jika suku bunga = 9.75%, dan cicilan akan dilakukan selama 5 tahun.
Langkah pengerjaan:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan PMT
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan PMT pada serch for a formula > OK
  3. Isilah Rate dengan 0.975/12 (karena suku bunga 9.75% untuk 1 tahun, sehingga untuk tiap bulannya dibagi dengan 12)
  4. Isilah Nper dengan 5*12 (karena periode cicilan selama 5 tahun dengan total sama dengan 60 bulan)
  5. Isilah FV dengan 0 (karena tidak diketahui nilai masa depannya, melainkan harga rumah saat ini)
  6. Isilah PV dengan -200.000.000 (nilai 200 juta minus karena diasumsikan 200 juta dikeluarkan saat ini)
  7. Isilah Type dengan 0 (pembayaran pada akhir bulan)
  8. Dari hasil perhitungan tersebut akan dihasilkan nominal Rp. 4.224.848,73. Besar cicilan yang harus dibayarakan perbulannya adalah 4.224.848,73.
Fungsi SLN
Fungsi SLN berguna untuk menghitung depresiasi dari suatu barang. Elemen-elemen yang terdapat dalam formula SLN adalah:
  1. Cost (harga perolehan barang tersebut/ harga beli/ harga beli+biaya perolehan)
  2. Salvage (nilai/ harga jual yang masih bisa dicapai oleh barang tersebut setelah dipakai Selama periode tertentu)
  3. Life (lama pemakaian barang tersebut)
Bentuk umum fungsi SLN adalah: =SLN(cost;salvage;life) adam
Contoh: jika seserang membeli mobil dengan harga Rp. 119.000.000,00, setelah 4 tahun dijual dengan harga jual Rp. 99.000.000,00, maka berapa depresiasi mobil tersebut?
Langlah pengerjaannya:
  1. Tentukan cell tempat menampilkan hasil perhitungan SLN
  2. Aktif di tab formulas > insert functions > ketikkan SLN pada serch for a formula > OK
  3. Isilah cost dengan 119000000 (karena harga beli mobil 119 juta)
  4. Isilah salvage dengan 99000000 (karena harga jual mobil 99 juta)
  5. Isilah life dengan 4 (karena mobil hanya digunakan selama 4 tahun)
  6. Diperoleh hasil Rp. 3.333.333,33 (nilai depresiasi dari mobil)
THREE-DIMENSIONAL REFERENCE
Reference bisa dipakai untuk melakukan kalkulasi terhadap sel yang tersebar dalam banyak worksheet. Semisal data penjualan dicatat menggunakan Excel. Untuk tiap bulan digunakan satu worksheet. Misalkan di dalam tiap worksheet total penjualan dicatat dalam sel A100.
Jika ingin diketahui total penjualan dalam satu tahun digunakan formula berikut :
=SUM(Sheet1:Sheet12!A100)
NAME
Sekelompok sel bisa diberi nama. Peraturan untuk pemberian nama adalah sebagai berikut:
  1. Semua nama dimulai dengan huruf, backslash ( \ ), atau underscore ( _ )
  2. Angka boleh dipakai
  3. Spasi tidak diperbolehkan
  4. Bentuk referensi terhadap sel tidak boleh dipakai (contoh B5, $A1)
  5. Nama bisa berupa 1 huruf (kecuali R dan C)
  6. Untuk mendefinisikan Name dapat dilakuan dengan shortcut Ctrl +F3
Jika ingin menambahkan nilai data yang sebelumnya telah diberikan nama, maka penjumlahan dapat dilakukan dengan: =SUM(nama range tersebut)
Format Cell
Format cell digunakan untuk mengatur jenis data yang ada dalam suatu cell. Beberapa jenis pengaturan yang tersedia dalam format cell adalah: general, number, currency, accounting, date, time, percentage, fraction, scientific, text, special,custom. Selain mengatur jenis dari data yang ada pada suatu cell, format cell juga memiliki fitur untuk mengatur alignment, font, border, fill, dan protection.
Langkah yang dapat dilakukan untuk memformat jenis data dalam suatu cell:
  1. Klik kanan> format cell
  2. Pilih jenis data yang sesuai pada menu number. Jika data berupa tanggal, maka pilihlah date, kemudian pada kolom type yang ada disebelah kanan list pilihan, pilihlah jenis format tanggal yang dikehendaki. Jika data berupa number dan ingin diberikan nilai desimalnya, maka pilihlah number dan pada decimal place, tentukan jumlah angka di belakang koma yang dikehendaki. Untuk data yang berupa nilai mata uang, maka pilihlah currency dengan symbol sesuaikan dengan symbol mata uang yang dikehendaki.
  3. Jika pilihan tidak ada maka dapat dibuat dengan menggunakan custom. Contoh jika ingin menampilkan satuan “orang” pada kehadiran rapat kepengurusan maka pada custom ketikkan 0” orang” demikian pula untuk jenis satuan yang lain yang belum tersedia
Beberapa short cut tambahan:
Untuk memasukkan data tanggal sekarang Ctrl+;
Untuk memasukkan data waktu sekarang Ctrl+Shift+:
Untuk berpindah dari format tanggal ke angka serial, gunakan Ctrl+Shift+~
Untuk mengembalikan ke format tanggal klik format cell > date

Sabtu, 05 Januari 2013

Fungsi RUN pada windows

Posting ini hanya sekedar berbagi sedikit apa yang saya mengerti tentang RUN di windows,
pada Klik Start ada tulisan yang namanya Run atau bisa juga control tekan bersamaan melalui keyboard logo jendela win + R, maka akan muncul jendela run pada pojok start, Sebenarnya disetiap windows sudah ada kode yang mungkin kita belum sepenuhnya mengetahui dengan seksama. Biasanya kita sering untuk mencari suatu file atau folder tertentu yang terdapat pada suatu kode alamat tool options di dalam run komputer itu sendiri sudah di setup oleh windows.
contohnya seperti yang sering di lihat dxdiag, regedit, cmd atau juga gpedit.msc.

bahkan kode diatas adalah contoh kode yang akan diperintahkan ke suatu tempat atau jendela baru yang sudah di setup oleh windows begitu juga
contoh sederhana
ketik titik ( . ), Titik ( .. ), Titik (…) Selain beberapa perintah diatas tadi, ada banyak sekali perintah Run pada Windows. Berikut beberapa daftar perintah Run pada Windows beserta fungsinya yang bisa gunakan untuk membuka program secara cepat:
Accessibility Controls access.cpl
Add Hardware Wizard hdwwiz.cpl
Add/Remove Programs appwiz.cpl
Administrative Tools control admintools
Automatic Updates wuaucpl.cpl
Bluetooth Transfer Wizard fsquirt
Calculator calc
Certificate Manager certmgr.msc
Character Map charmap
Check Disk Utility chkdsk
Clipboard Viewer clipbrd
Command Prompt cmd
Component Services dcomcnfg
Computer Management compmgmt.msc
Date and Time Properties timedate.cpl
DDE Shares ddeshare
Device Manager devmgmt.msc
Direct X Control Panel (If Installed)* directx.cpl
Direct X Troubleshooter dxdiag
Disk Cleanup Utility cleanmgr
Disk Defragment dfrg.msc
Disk Management diskmgmt.msc
Disk Partition Manager diskpart
Display Properties control desktop
Display Properties desk.cpl
Display Properties (w/Appearance Tab Preselected) control color
Dr. Watson System Troubleshooting Utility drwtsn32
Driver Verifier Utility verifier
Event Viewer eventvwr.msc
File Signature Verification Tool sigverif
Findfast findfast.cpl
Folders Properties control folders
Fonts control fonts
Fonts Folder fonts
Free Cell Card Game freecell
Game Controllers joy.cpl
Group Policy Editor (XP Prof) gpedit.msc
Hearts Card Game mshearts
Iexpress Wizard iexpress
Indexing Service ciadv.msc
Internet Properties inetcpl.cpl
IP Configuration (Display Connection Configuration) ipconfig /all
IP Configuration (Display DNS Cache Contents) ipconfig /displaydns
IP Configuration (Delete DNS Cache Contents) ipconfig /flushdns
IP Configuration (Release All Connections) ipconfig /release
IP Configuration (Renew All Connections) ipconfig /renew
IP Configuration (Refreshes DHCP & Re-Registers DNS) ipconfig /registerdns
IP Configuration (Display DHCP Class ID) ipconfig /showclassid
IP Configuration (Modifies DHCP Class ID) ipconfig /setclassid
Java Control Panel (If Installed) jpicpl32.cpl
Java Control Panel (If Installed) javaws
Keyboard Properties control keyboard
Local Security Settings secpol.msc
Local Users and Groups lusrmgr.msc
Logs You Out Of Windows logoff
Microsoft Chat winchat
Minesweeper Game winmine
Mouse Properties control mouse
Mouse Properties main.cpl
Network Connections control netconnections
Network Connections ncpa.cpl
Network Setup Wizard netsetup.cpl
Notepad notepad Nview
Desktop Manager (If Installed) nvtuicpl.cpl
Object Packager packager
ODBC Data Source Administrator odbccp32.cpl
On Screen Keyboard osk
Opens AC3 Filter (If Installed) ac3filter.cpl
Password Properties password.cpl
Performance Monitor perfmon.msc
Performance Monitor perfmon
Phone and Modem Options telephon.cpl
Power Configuration powercfg.cpl
Printers and Faxes control printers
Printers Folder printers
Private Character Editor eudcedit
Quicktime (If Installed) QuickTime.cpl
Regional Settings intl.cpl
Registry Editor regedit
Registry Editor regedit32
Remote Desktop mstsc
Removable Storage ntmsmgr.msc
Removable Storage Operator Requests ntmsoprq.msc
Resultant Set of Policy (XP Prof) rsop.msc
Scanners and Cameras sticpl.cpl
Scheduled Tasks control schedtasks
Security Center wscui.cpl
Services services.msc
Shared Folders fsmgmt.msc
Shuts Down Windows shutdown
Sounds and Audio mmsys.cpl
Spider Solitare Card Game spider
SQL Client Configuration cliconfg
System Configuration Editor sysedit
System Configuration Utility msconfig
System File Checker Utility (Scan Immediately) sfc /scannow
System File Checker Utility (Scan Once At Next Boot) sfc /scanonce
System File Checker Utility (Scan On Every Boot) sfc /scanboot
System File Checker Utility (Return to Default Setting) sfc /revert
System File Checker Utility (Purge File Cache) sfc /purgecache
System File Checker Utility (Set Cache Size to size x) sfc /cachesize=x
System Properties sysdm.cpl
Task Manager taskmgr
Telnet Client telnet
User Account Management
nusrmgr.cpl
Utility Manager utilman
Windows Firewall firewall.cpl
Windows Magnifier magnify
Windows Management Infrastructure wmimgmt.msc
Windows System Security Tool syskey
Windows Update Launches wupdmgr
Windows XP Tour Wizard tourstart
Wordpad writ

Sabtu, 15 Desember 2012

Database

Database
Data ialah bagian penting dari pemrograman, hingga bahasa pemrograman menyediakan fungsi untuk mengakses database.
Standart utama untuk bahasa database adalah stuctured query language (SQL). Banyak Relational Database Management system (RDBMS) yang tersedia. Hampir semua software database mengenal atau mengerti SQL. Jadi, perintah SQL pada semua software database hampir sama.
Terdapat 3 (tiga) jenis perintah SQL, yaitu :
1. DDL atau Data Definition Language
DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar
yang termasuk DDL ini antara lain :
  • CREATE
  • ALTER
  • RENAME
  • DROP
2. DML atau Data Manipulation Language
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam
DML antara lain :
  • SELECT
  • INSERT
  • UPDATE
  • DELETE
3. DCL atau Data Control Language
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi user dan hak akses (priviledges). Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :
  • GRANT
  • REVOKE

jenis jenis data


Jenis-Jenis Data

·         Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya :
Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi. Contoh : Mewawancarai langsung penonton bioskop 21 untuk meneliti preferensi konsumen bioskop.

Data Sekunder                                                                                                                                           
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial. Contohnya adalah pada peneliti yang menggunakan data statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

·         Macam-Macam Data Berdasarkan Sumber Data :
Data Internal                                                                                                                                          Data internal adalah data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dsb.
Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luarorganisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan sua tu produk pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya.

·         Jenis-jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya :
Data Cross Section
Data cross-section adalah data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 desember 2006, data pelanggan PT. Angin Ribut bulan mei 2004, dan lain sebagainya.

Data Time Series / Berkala
Data berkala adalah data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar dollar amerika terhadap euro eropa dari tahun 2004 sampai 2006, jumlah pengikut jamaah nurdin m. top dan doktor azahari dari bulan ke bulan, dll.
·         Data dengan Variabel bebas dan variabel terikat :
Variabel bebas adalah data unit atau ukuran yang diubah dalam suatu pengamatan. Dalam hubungan sebab-akibat, variable terikat berperan sebagai sebab sementara variable bebas adalah akibat.
Data dengan variabel terikat adalah data unit atau ukuran yang berubah sesuai dengan berubahnya variable lain. Variabel terikat menjadi hal yang diperhatikan dalam suatu pengamatan.

·         Data Berkala

Data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk menggambarkan suatu perkembangan atau kecenderungan keadaan/peristiwa/kegiatan. Biasanya jarak dari waktu ke waktu sama. Data berkala disebut juga time series data. Dengan analisis data berkala kita dapat mengetahui perkembangan satu atau beberapa keadaan serta hubungan atau pengaruhnya terhadap keadaan lain.

Gerakan-gerakan khas data berkala dapat digolongkan menjadi empat kelompok utama, yang sering disebut komponen-komponen data berkala, yaitu :
1. Gerakan trend jangka panjang (T) adalah suatu garis halus atau kurva yang menunjukkan suatu kecenderungan umum dari suatu data berkala. Kecenderungan tersebut arahnya bisa naik bisa juga turun.
2. Gerakan siklis (C) adalah gerakan naik-turun di sekitar garis trend jangka panjang. Atau bisa juga dikatakan suatu gerakan sekitar rata-rata nilai data berkala, di atas atau di bawah garis trend dalam jangka panjang.
3. Gerakan variasi musim (S) adalah gerakan yang mempunyai pola-pola tetap atau identik dari waktu ke waktu dengan jangka waktu yang kurang dari satu tahun.
4. Gerakan yang tak teratur atau gerakan yang acak (I) adalah gerakan dengan pola tidak teratur dan tidak dapat diperkirakan yang terjadi dalam waktu singkat.
Contoh data berkala adalah sebagai berikut :
ü  pertumbuhan ekonomi per tahun dari tahun 1995 sampai tahun 2000.
ü  jumlah produksi minyak per bulan
ü  indeks harga saham per hari
ü  jumlah keuntungan perusahaan tiap tahun.

Persamaan klasik mengasumsikan bahwa data berkala Y merupakan hasil perkalian dari komponen-komponen, T, C, S dan I yaitu : Y = T x C x S x I

Ada juga statistikawan yang mengasumsikan bahwa data berkala Y = T + C + S + I
Bentuk Umum Persamaan Trend Linear
Y = a + bX
Y = nilai trend pada periode tertentu (variabel tak bebas)
X = periode waktu (variabel bebas)
a = intersep dari persamaan trend
b = koefisien kemiringan atau gradien dari persamaan trend yang menunjukkan besarnya Y bila terjadi perubahan pada X.

Ada empat cara untuk menentukan persamaan trend linear, yaitu :
a) Metode bebas
b) Metode setengah rata-rata
c) Metode rata-rata bergerak
d) Metode kuadrat terkecil

a) Metode Bebas merupakan cara yang paling sederhana dan mudah untuk menentukan trend dari data berkala.
Langkah-langkah yang diperlukan :
1. Buatlah sumbu datar X dan sumbu tegak Y dalam sistem koordinat Cartesius.
2. Buatlah diagram pencar (scatter diagram) dari pasangan titik (X,Y) yang menyatakan kaitan antara waktu dan nilai data berkala.
3. Tariklah garis linear yang arahnya mengikuti arah penyebaran nilai-nilai data berkala.
4. Pilihlah dua titik sembarang untuk menentukan persamaan trend linear, misalnya (X1,Y1) dan (X2, Y2)
5. Pilih salah satu periode waktu data berkala sebagai titik asal (X=0)
6. Masukkanlah atau subtitusikanlah nilai-nilai X dan Y dari dua titik yang telah dipilih pada rumus persamaan umum trend linear.
7. Selanjutnya tentukanlah nilai-nilai trend dengan memakai persamaan yang telah diperoleh tersebut.

b) Metode setengah rata-rata
Dilakukan dengan tahap berikut :
1. Bagilah data berkala menjadi dua kelompok yang sama banyak, katakanlah kelompok 1 dan kelompok 2.
2. Tentukanlah rata-rata hitung masing-masing kelompok.
3. Tentukanlah dua titik, yaitu (X1, Y1) dan (X2, Y2) dimana absis X1 dan X2 ditentukan dari periode waktu data berkala.
4. Tentukanlah nilai a dan b dengan mensubtitusikan nilai-nilai X dan Y dari dua titik tersebut pada persamaan trend Y = a + bX.

c) Metode rata-rata bergerak
Salah satu manfaat penting dari rata-rata bergerak adalah untuk mengurangi variasi dari data berkala aslinya. Dengan mengurangi variasi tersebut , maka rata-rata bergerak dapat menghilangkan fluktuasi-fluktuasi yang tidak diinginkan.
Misalnya : a, b, c, d, e, e, f, g.
Maka, rumusnya
Y1= (a+b+c)/n
Y2= (b+c+d)/n

Cat :
Nilai n untuk tiap perhitungan Y tergantung jumlah yang diperhitungkan, sedangkan setiap Y + 1 , maka akan bergeser ke data disebelah kanan.

d) Metode Kuadrat Terkecil
Antara nilai – nilai data berkala Y1 ,Y2, Y3, …, Yn dengan nilai – nilai trend Y^1, Y^2, Y^3,.., Y^n, yang diperoleh dari persamaan trend linear mempunyai eror sebesar
ei=Yi-Y^i dari semua titik adalah ∑ei . Maka akan berlaku rumus :

a=(∑Y)/n dan b=(∑XY)/(∑X^2 )

dimana, ∑X=0

X adalah variabel waktu dari data berkala dan Y adalah nilai-nilai data berkala.